Sabtu, 27 November 2010

Kenapa Cowok "Cool" Digilai Wanita?

Tipe pria cool atau kalem ternyata banyak mencuri hati kaum wanita. Kenyataan itu tak dapat disangkal, terutama saat para ilmuwan dapat menjelaskan mengapa hal itu terjadi.

Penelitian tentang apa yang membuat pria digilai para wanita sering kali hanya terfokus pada faktor testosteron. Hal ini karena testosteron selalu dikaitkan dengan maskulinitas seperti rahang yang besar atau alis lebih berat, dan biasanya berhubungan dengan kesehatan jangka panjang yang lebih baik. Awalnya, alasan-alasan itu masuk akal karena dari sudut evolusi, wanita memang terpikat pada laki-laki dengan kadar testosteron tinggi.

Akan tetapi kajian terbaru mengungkapkan, pria dengan kadar testosteron tinggi tidak otomatis menarik minat para wanita. Ada kaum Hawa yang menilai pria dengan testosteron tinggi sarat akan kelemahan jangka panjang. Contohnya, pria macho relatif tidak setia pada pasangan atau juga mungkin menjadi orang tua yang buruk.

Hal itu dikuatkan dengan penelitian Fhionna Moore, seorang Ekolog Perilaku Manusia dari Universitas Abertay Dundee, Skotlandia yang memfokuskan pada hormon stres atau kortisol. Menurut Fhionna, hormon kortisol yang tinggi juga dapat menekan sistem kekebalan tubuh, bahkan fungsi reproduksi.

Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa akan masuk akal jika perempuan lebih suka pria dengan kadar kortisol rendah - yaitu, mereka yang tidak mudah stres.

Tipe "cool" banyak diincar
Moore melakukan riset terhadap 39 mahasiswa laki-laki dari Universitas yang sama. Tingkat kortisol dan testosteron mahasiswa diukur melalui sampel air liur yang dikumpulkan. Selanjutnya, para peneliti meminta 42 mahasiswi perempuan dari universitas berbeda untuk menilai langsung daya tarik, maskulinitas dan kesehatan para mahasiswa laki-laki berdasarkan fotonya.

Hasilnya, mahasiswa laki-laki dengan kadar kortisol rendah dinilai lebih menarik dibanding orang-orang dengan tingkat kortisol tinggi. Sementara kadar testosteron tidak terkait dengan daya tarik, maskulinitas atau kesehatan.

Untuk studi lebih kompleks, para ilmuwan mengambil foto 39 wajah laki-laki berdasarkan pekerjaan mereka dan membagi mereka menjadi empat kelompok, yaitu tinggi testosteron dan kortisol tinggi; testosteron tinggi dan rendah-kortisol, testosteron rendah dan tinggi kortisol; rendah testosteron dan kortisol rendah.

Dalam setiap kelompok, semua foto dicampur untuk membantu membuat satu gambar komposit. Dengan cara ini, peneliti berharap untuk melihat apa efek kombinasi kadar hormon yang berbeda menentukan daya tarik.

Para peneliti juga meneliti foto 43 mahasiswa perempuan heteroseksual untuk melihat foto para laki-laki saat mereka dalam masa subur ataupun tidak. Hal ini memungkinkan para ilmuwan untuk melihat efek hormon wanita dan kesuburan berhubungan dengan persepsi terhadap laki-laki.

Hasilnya, ketika perempuan dalam masa subur, maka orang-orang dengan tingkat kortisol rendah (tipe pria cool) dianggap sebagai lebih menarik dibanding laki-laki dengan tingkat kortisol tinggi.

"Kami berspekulasi bahwa laki-laki dengan kortisol rendah memiliki sesuatu yang diinginkan perempuan karena mendapatkan rasa aman. Ini bisa jadi contoh yang baik kesehatan yang baik atau respon yang sehat terhadap stres," kata Moore

Hasilnya jauh lebih rumit bila perempuan tidak dalam masa suburnya. Saat tidak subur, perempuan melihat pria dengan tingkat testosteron-kortisol sama tinggi atau testosteron-kortisol rendah lebih menarik daripada pria yang salah satu unsurnya lebih tinggi di banding yang lain.

"Laki-laki dengan kadar testosteron dan kortisol yang tinggi merupakan sinyal bahwa laki-laki tersebut dominan, sementara seseorang dengan kadar testosteron dan kortisol yang rendah merupakan orang dengan kesehatan yang baik," kata Moore yang mempublikasikan temuannya dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B.
Sumber: health.kompas
Share:

5 Hal Penting Soal Masturbasi

Para ahli mengatakan, sebagian besar lelaki pernah melakukan masturbasi, entah untuk mengurangi stres, membantu tidur nyenyak, dan lain sebagainya.

Meskipun begitu, ada hal-hal medis yang mungkin belum pernah diketahui tentang masturbasi. Inilah 5 hal penting tentang masturbasi yang perlu diketahui para pria:

1. Tak ada istilah "masturbasi abnormal"
Pria kerap kali bertanya apakah ada sesuatu yang abnormal dengan cara mereka masturbasi. Para ahli sendiri enggan mendefinisikannya dalam kata "normal" atau "abnormal", tetapi mereka menyatakan bahwa pria melakukannya dengan frekuensi dan teknik yang sangat bervariasi.

"Sebagai manusia, kita terlalu beragam untuk menerapkan sebuah norma tertentu mengenai masturbasi yang normal atau tidak," kata Betty Dodson, PhD, seksolog dari New York sekaligus penulis buku Sex for One.

"Setiap orang melakukan masturbasi dengan caranya sendiri. Apakah ia menggunakan tangannya, menggosokkan pada sesuatu, menggunakan mainan seks atau obyek rumah tangga, mengenakan pakaian khusus, berfantasi, melihat sebuah buku atau majalah, mencoba posisi yang berbeda, atau melihat dari cermin," kata Martha Cornog, penulis The Big Book of Masturbation.

2. Masturbasi tak sepenuhnya aman.
Tidak seperti seks dengan pasangan, masturbasi tidak menularkan penyakit seksual. Anda juga tidak akan mengalami ketegangan otot, kantung mata akibat kelelahan, dan rasa canggung yang sering dihadapi ketika berhubungan intim dengan pasangan.

Namun, masturbasi pun tak sepenuhnya dijamin aman. "Masturbasi hanyalah aktivitas seks paling aman yang pernah ada. Tapi, hukum fisika dan biologi tidak akan berhenti mengatakan bahwa masturbasi aman hanya karena masturbasi biasa dilakukan," kata Cornog.

Rata-rata pria mengetahui, apabila mereka keseringan melakukan masturbasi atau terlalu kuat saat melakukannya, maka hal itu dapat mengiritasi kulit penis. Di sisi lain, pria kurang mengetahui bahwa kebiasaan melakukan onani dengan keadaan telungkup, misalnya dengan menekan pada bantal atau bahkan karpet lantai, bisa melukai uretra. Oleh sebab itu, pengeluaran urine dari penis tidak seperti biasanya, tetapi menyemprot dengan keras sehingga sulit dikendalikan.

Barbara Bartlik, MD, psikiater dan terapis seks di New York, mengatakan, dia melihat pria yang menderita trauma uretra yang parah karena masturbasi dengan cara telungkup sehingga ia tidak lagi dapat menggunakan toilet berdiri tapi harus buang air kecil sambil duduk.

Dalam kasus tertentu yang sangat langka, masturbasi atau berhubungan seks dengan pasangan juga dapat menyebabkan fraktur penis. Kondisi yang menyakitkan ini terjadi karena sobekan di bagian albuginea tunika (jaringan putih yang mengelilingi lapisan spons penis) akibat penis yang sedang ereksi mengenai benda keras atau dipaksa menekuk ke bawah. Dalam keadaan darurat, hal ini sering kali berakhir dalam kondisi harus dioperasi.

3. Seks sendiri mengubah kehidupan seks Anda atau sebaliknya.
Untuk berbagai alasan, seks kala sendiri dapat memberi manfaat. Masturbasi dapat membantu mengenali respons seksual Anda sendiri—apa yang dirasakan baik bagi Anda dan apa yang tidak—sehingga Anda akan lebih mampu menjelaskan kepada pasangan mengenai sentuhan yang tepat.

Ini juga membantu Anda belajar untuk mengenali saat "yang tak bisa dihindari" tepat sebelum orgasme dan membantu mengajari pasangan bagaimana menghindari ejakulasi dini.

Mungkin yang paling signifikan, masturbasi adalah mekanisme atau solusi terbaik bagi pria yang tidak dapat melakukan hubungan seks sementara di saat pasangannya sakit, atau sedang menstruasi, atau memeliki dorongan seks yang tak sesuai dengan dirinya sendiri.

Bagi sebagian pria, "seks solo" dapat menjadi sebuah obsesi sehingga mereka mulai kehilangan gairah bercinta dengan pasangan mereka. Perasaan sakit hati dan keterasingan pasangan akibat obsesi "seks solo" akan membuat Anda sulit mempertahankan hubungan.

Para ahli menekankan, masturbasi sah-sah saja bahkan untuk para pria yang sudah berkomitmen. "Kita tidak dapat berasumsi bahwa hanya karena seorang pria masturbasi, maka itu akan menuai masalah terhadap hubungan primernya," kata Bartlik.

4. Beberapa teknik masturbasi memicu disfungsi seksual.
Para ahli memperingatkan, pria yang sering merangsang dirinya dengan cara yang tidak mensimulasikan seks dengan pasangan (misalnya, membelai sangat cepat atau dengan tekanan besar atau gesekan) bisa mengidap gangguan ejakulasi. Dengan disfungsi seks tersebut, seseorang akan kesulitan atau bahkan tidak mungkin mencapai klimaks selama berhubungan seks dengan pasangan.

"Siapa pun yang mengalami disfungsi seksual harus bertanya kepada dirinya sendiri apakah ia melakukan masturbasi dengan cara-cara yang menimbulkan sensasi berbeda dari yang diperoleh dari tangan, mulut, atau vagina pasangannya. Lalu ia harus memperhitungkan apa yang dapat merangsang pasangan Anda dan mengubah cara masturbasi Anda untuk membuatnya seperti yang diinginkan pasangan," kata Michael A Perelman, PhD, profesor psikiatri dan urologi dari Weill Cornell Medical College di New York.

5. Masturbasi memengaruhi risiko kanker prostat
Sebuah studi yang dilakukan di Australia tahun 2003 dan dipublikasikan BJU International menyatakan, ejakulasi terkait dengan penurunan risiko kanker prostat di kemudian hari.

Namun, dalam studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam The Journal of American Medical Association, seorang peneliti melaporkan bahwa "frekuensi ejakulasi tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker prostat." Dalam kedua studi ini, frekuensi ejakulasi termasuk berhubungan seksual dengan pasangan dan masturbasi.

Sementara itu, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Januari lalu dalam BJU International menunjukkan bahwa pria muda yang sering masturbasi berisiko lebih tinggi mengidap kanker prostat. Namun, apabila pria lebih tua sering masturbasi, hal itu akan menurunkan risiko kanker prostat. Adapun berhubungan seksual dengan pasangan tidak menjadi faktor terhadap risiko terkena kanker prostat.

Para peneliti berasumsi bahwa masturbasi bukan satu-satunya yang dapat memicu risiko kanker prostat pada pria yang sering masturbasi di usia 20-an dan 30-an. Pria sering melakukan masturbasi karena memiliki kadar hormon seks yang tinggi. Pria muda yang secara genetis cenderung memiliki hormon yang sensitif pada kanker prostat tentu berisiko tinggi bila hormon seks mereka berlebih.

Sementara itu, pria berusia di atas usia 50 tahun dan sering melakukan masturbasi ternyata membantu mengeringkan cairan prostat yang mungkin mengandung zat-zat pemicu kanker.

Sumber: health.kompas
Share:

Cara Lain Menikmati Foreplay

Foreplay memang sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas bercinta, untuk merangsang titik-titik sensitif pada tubuh untuk menciptakan dan meningkatkan gairah seksual seseorang (pasangan) atau diri sendiri.

Bentuk foreplay bisa beragam, mulai dari sentuhan, ciuman, belaian, rangkulan, bahkan dari lisan pun foreplay bisa menyulut gairah.

Dan untuk menemukan zona sensitif tersebut, tentu setiap individu memiliki zona yang berbeda. Kendati area vital (penis dan vagina) kerap menjadi zona favorit, namun zona-zona yang ada pada tubuh bisa jadi merupakan titik pembangkit gairah yang disukai oleh pasangan dan juga mampu menambah gairah seksual Anda.

Rambut
Rambut dan kepala terhubung oleh saraf-saraf yang dapat memompa gairah pasangan. Contohnya, yakni dengan memilin rambut pasangan atau diri sendiri atau memijat kepala pasangan, bisa memberikan sensasi ber-foreplay yang lebih variatif.

Telinga
Biarkanlah pasangan Anda menjelajahi telinga dan area sekitarnya. Nikmatilah setiap hembusan nafasnya yang menggebu, gigitan dan ciuman mesra di telinga Anda. Dan biasanya, wanita paling suka, jika pasangannya melakukan aktivitas sensual diarea telinganya, dimana tidak sedikit yang dapat merasakan orgasme karena hal itu.

Perut
Tidak perlu risau dengan bentuk perut yang tidak ramping. Karena "atraksi" belaian dan ciuman pada perut yang dilayangkan oleh pasangan bisa memberikan sensasi yang nikmat. Belum lagi, jika pasangan Anda melanjutkannya ke arah bawah, dan terus menyelusup ke bawah hingga wajahnya berpapasan dengan Miss V Anda.

Bokong
Bagi sebagian orang, area bokong memang tidak terlalu menjadi favorit, karena beberapa diantara mereka merasa jika bokong mereka kurang menarik atau lain sebagainya. Namun, siapa sangka, jika zona non-favorit itu ternyata menyimpan sisi sensualitas yang tidak kalah "hot" dari area kelamin.

Caranya yaitu dengan membiarkan pasangan Anda menyentuh dan membelai bokong Anda, sambil sesekali "menampar" lembut area tersebut. "Tamparan" itu bisa seketika membangkitkan gairah Anda dan juga pasangan.

Dan untuk hal yang lebih "liar", tuntunlah pasangan untuk menemukan klitoris atau vagina Anda dari bawah bokong Anda. Dengan begitu, pasangan Anda akan lebih puas bertatapan langusung dengan Miss V Anda dan "bergerilya" dengan titik paling sensitif itu.

Kaki
Mintalah pasangan untuk memijat kaki Anda, mulai dari jari-jari kaki, telapak kaki, pergelangan kaki, betis, hingga menuju arah Miss V. Cara tersebut bisa dengan cepat memompa gairah Anda. Nikmatilah setiap pijatan lembut yang diberikan oleh pasangan Anda, dan jangan ragu untuk mengeluarkan suara-suara erotis untuk mengajaknya ikut menikmati apa yang tengah Anda nikmati.
sumber: hanyawanita.com
Share:

Melakukan Seks Aman

Lebih 33 juta orang di dunia diduga terinfeksi virus HIV. Sebanyak 89 persen penularannya terjadi melalui hubungan seksual tanpa 'pengaman'.

Untuk mencegah korban semakin banyak, perlu pemahaman mengenai hubungan seksual aman demi terhindari dari ancaman penyakit menular seksual.

1. Setia pada pasangan
Cara terbaik mencegah penyakit menular seksual adalah setia pada pasangan dan memastikan pasangan juga setia kepada Anda. "Melakukan seks hanya dengan pasangan Anda mengurangi risiko penyakit seksual," kata Dr Kiran Coelho, ginekolog senior asal India. "Mengetahui status seksual pasangan juga sangat penting."

2. Gunakan 'pengaman'
Penyakit menular seksual terjadi ketika cairan tubuh berpindah antarmanusia melalui hubungan seksual. Itulah mengapa penggunaan kondom seringkali diandalkan untuk pencegahan penularan penyakit seksual.

3. Lindungi diri sendiri
Jangan bergantung pada pasangan. Kini, pelindung semacam kondom juga tersedia bagi wanita. Tapi, memilih kondom juga tak boleh sembarangan.

Para peneliti dari Universitas Utah di Salt Lake City Amerika baru-baru mengembangkan kondom gel khusus untuk wanita. Bahan gel diyakini mampu memerangkap zat asing dalam vagina termasuk sperma, dan virus berbahaya seperti HIV, herpes, dan papilloma virus, penyebab kanker serviks.

4. Kontrasepsi tidak melawan infeksi
Cara penularan penyakit menular seksual bermacam-macam, bisa karena bakteri, virus, jamur dan protozoa. Dan, pil kontrasepsi tidak akan melindungi Anda dari infeksi.

5. Jangan terlalu banyak douche
Douche memang diyakini mampu menjaga kebersihan organ intim. Namun, pembasuhan organ intim dengan cairan khusus terlalu sering justru berpotensi membunuh bakteri baik yang berperan melindungi organ intim.

sumber: vivanews.com
Share:

Inilah 6 Hal Memalukan Saat “Ngeseks”

Seks merupakan kegiatan paling intim yang terjadi di antara dua insan. Semua pasangan tentu ingin merasakan dan mewujudkan seks yang menyenangkan dan sempurna. Namun, tak selamanya kegiatan bercinta selalu mulus. Keintiman dan sensasi bercinta ada kalanya tidak luput dari hal-hal memalukan yang dapat terjadi secara spontan.

Menurut konsultan seks, Debby Herbenick, PhD, MPH, yang juga penulis buku Because It Feels Good: A Woman’s Guide to Sexual Pleasure and Satisfaction, setidaknya ada enam hal memalukan yang dapat terjadi saat Anda bercinta.

Debby yang juga Direktur Center for Sexual Health Promotion di Indiana University AS berpesan, Anda tak perlu cemas bila kejadian memalukan ini menimpa Anda. Ia juga memberikan tips untuk mengatasi kejadian di luar dugaan ini.

1. Buang angin ketika melakukan seks.
Buang angin adalah peristiwa normal yang terjadi baik pada siang atau malam hari. Hanya, terkadang hal itu sering terjadi pada saat yang tidak diharapkan, termasuk saat melakukan hubungan intim. Kejadian ini tentu bukan hal yang ideal. Namun itu mungkin akan menimpa Anda dan tidak perlu menjadi malu.

Bila hal itu benar-benar terjadi, Anda hanya perlu tersenyum, tertawa, dan kemudian melanjutkan aktivitas. Beri kesempatan bagi pasangan untuk sejenak menghirup udara atau menutup hidung, atau tertawa dan mencium Anda. Jangan tersinggung bila pasangan Anda pun secara tak terduga melakukannya.

2. Bersendawa saat hendak berciuman.
Tak semua orang punya alasan kuat untuk sengaja bersendawa saat berciuman. Tapi bila hal itu terjadi disengaja, Anda dapat mengingatkan pasangan bahwa itu bukanlah hal yang seksi, kecuali seksi menurut Anda. Tapi jika ia melakukannya untuk bersenang-senang dan Anda menganggapnya juga lucu? Well, tak perlu dipermasalahkan. Seks memang seharusnya dibuat menyenangkan.

3. Buang air kecil saat seks.
Faktanya, keinginan kuat untuk pergi ke kamar mandi tak dapat dihindari dan tak bisa diprediksi. Jadi, bukan masalah besar bila Anda ingin pipis. Katakan bahwa Anda harus pergi ke kamar mandi. Bangunlah dan lakukan, lalu kembalilah ke tempat tidur. Jika keinginan pipis bisa ditahan, maka beberapa wanita bahkan mengaku lebih mudah mencapai orgasme saat mereka ingin ke kamar mandi. Sementara itu, pria lebih suka buang air kecil sebelum berhubungan seks.

4. Anda “queef”
Queef adalah kentut vagina atau juga disebut sebuah vart. Ini dapat terjadi kala pasangan melakukan seks dengan terlalu semangat sehingga ada dorongan udara yang terlalu kuat ke vagina. Pada beberapa wanita, queef menjadi lebih sering setelah mereka memiliki anak. Queef dapat berupa bunyi yang bising, tetapi tidak bau. Bila itu menimpa pada Anda, tersenyumlah atau tertawa, dan lanjutkan. Beberapa pasangan meyakini queef juga memiliki nilai hiburan, percayalah!

5. Anda lupa merapikan yang “di bawah sana”.
Jika Anda adalah pasangan lama, si dia mungkin tidak akan terlalu peduli atau memberi komentar soal yang satu ini. Namun, pasangan baru mungkin akan sedikit terkejut. Bila Anda merasa bingung dan kurang percaya diri, maka Anda dapat membuat gurauan kalau Anda belum lama ini sudah mencukurnya. Jika Anda di rumah sendiri, maka Anda dapat menyelinap ke kamar mandi dan segera mencukur. Jika Anda di rumah pasangan, maka jangan mencoba mencukur dengan silet karena itu bisa menyebabkan infeksi.

6. Anda sulit “masuk”.
Adakalanya pasangan mengalami kesulitan untuk melakukan hubungan seks vaginal. Jangan ragu meminta bantuan pada pasangan agar tubuh Anda “bersatu”. Menggunakan pelumas yang dibeli di toko juga ada manfaatnya, terutama jika aktivitas seks dilakukan setelah mandi air hangat atau berendam di kolam air hangat yang dapat mengeringkan vagina.
Sumber: kompas
Share:

4 Teknik Penunda Ejakulasi

Ejakulasi dini atau "junior" yang terlalu cepat "selesai" menempati urutan kedua setelah disfungsi ereksi sebagai gangguan seksual yang paling sering dialami pria. Masalah seksual ini juga mencemaskan para pria karena takut dibilang tidak perkasa.

Seorang pria disebut mengalami ejakulasi dini (ED) bila ia sudah ejakulasi kurang dari dua menit. Menurut dr.Andi Riyanto, Sp.RM, dari RS. Pantiwilasa Citarum, Semarang, pada kondisi normal, seseorang biasanya mampu ejakulasi dan penetrasi selama 5-10 menit.

Ejakulasi dini dibagi menjadi dua jenis, primer dan sekunder. "ED primer terjadi bila sejak awal ia berhubungan seks tidak dapat mengontrol ejakulasinya," katanya. Sedangkan ED sekunder terjadi bila dulunya orang tersebut bisa mengontrol ejakulasi tapi beberapa waktu terakhir ini tidak dapat mengontrolnya karena suatu sebab.

Salah satu cara yang efektif untuk mengatasi ejakulasi dini adalah dengan melakukan terapi seks. "Ini merupakan latihan untuk mengontrol ejakulasi yang dilakukan dengan bantuan istri," paparnya.

Pada dasarnya, terapi seks melibatkan dua teknik, yaitu teknik start and stop, serta teknik squeeze (penekanan), yakni istri menekan bagian pangkal atau ujung penis pada saat suami merasa akan ejakulasi.

Ada beberapa langkah yang bisa dipilih pasangan untuk melakukan terapi seks.
1. Suami berbaring telentang dan istri melakukan masturbasi dengan tangan. Saat suami akan ejakulasi, istri menekan penis (di bagian pangkal atau ujung) untuk menghambat ejakulasi selama 5-10 detik atau sampai rasa ingin ejakulasi reda.

2. Dengan posisi wanita di atas, suami melakukan penetrasi ke vagina. Namun suami tidak boleh melakukan gerakan apa pun. Bila merasa akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan pada penis. Lakukan beberapa kali.

3. Sama seperti langkah dua, namun suami boleh melakukan sedikit gerakan. Bila akan ejakulasi, segera cabut penis keluar dan istri melakukan penekanan untuk mempertahankan ereksi.

4. Bila suami sudah mulai bisa mengontrol ejakulasi, pasutri bisa melakukan hubungan seksual dengan posisi menyamping (depan atau belakang). Begitu suami merasa akan ejakulasi, coba untuk berhenti dan istri melakukan teknik penekanan. Lalu diulangi lagi.

Menurut dr.Andi, terapi seks harus dilakukan berulang-ulang, minimal selama enam bulan. Terapi ini juga membutuhkan komitmen dari dua belah pihak. "Keengganan dan malas latihan merupakan faktor penyebab kegagalan terapi ini," paparnya.

Untuk menunjang terapi seks, penderita ED disarankan untuk melakukan senam kegel untuk menguatkan otot-otot panggul. Caranya adalah dengan mengontraksikan otot-otot panggul, seperti saat ingin menahan pipis. Lakukan minimal 10 kali setiap hari, secara otomatis Anda akan terbiasa untuk menunda ejakulasi.
Sumber: health.kompas
Share:

5 Tanda Anda Butuh Terapi Seks

Tak semua orang mau terbuka mengenai problema seksual. Bahkan kepada orang terdekat sekalipun, masalah seks masih enggan dibicarakan.

Jika tak ingin membuka diri terhadap orang terdekat ataupun terapis, cobalah untuk menilai diri sendiri. Berikut ini lima tanda menurut penulis buku Secrets of Better Sex, Joel D. Block yang bisa jadi acuan kalau Anda membutuhkan terapi seks :

• Sering bertengkar dengan pasangan mengenai seks.
Jika Anda sering bertengkar perihal seks, sebaiknya hati-hati. Entah itu soal cara ataupun posisi ketika berhubungan seks, tempat untuk ngeseks, dan lainnya.

• Sering menghindar dari ajakan bercinta dari pasangan.
Kalau Anda sering menghindar atau malah menolak ajakan pasangan untuk bercinta dengan alasan enggan dan sebagainya, tapi masih bergairah ketika menonton film porno, waspadalah.

• Merasa sangat kecewa akan seks.
Kalau Anda merasa kecewa atau malah frustasi perihal seks dengan pasangan, waspadalah.

• Tak mampu berdiskusi dengan pasangan soal seks.
Komunikasi sangat penting dalam sebuah hubungan, termasuk soal seks. Kalau Anda tak mampu membicarakan masalah atau keinginan seksual dengan pasangan, berhati-hatilah. Sebab yang ideal adalah Anda dan pasangan bisa berkomunikasi soal seks.

• Selingkuh.
Jika Anda atau pasangan mencari kepuasan seks di luar, harus diwaspadai. Hubungan yang sehat seharusnya tidak diselingi dengan perselingkuhan.

Jika salah satu dari tanda tersebut ada pada diri Anda, sebaiknya mulai mencari solusi. Kalau lebih dari satu tanda tersebut ada pada diri Anda, mungkin lebih baik mencari pertolongan orang ketiga untuk membantu masalah seksual Anda.
Sumber: health.kompas
Share:

Warna Underwear Menunjukkan Gaya Bercinta Anda

Ketika sedang membeli bra dan celana dalam, Anda mungkin akan lebih memerhatikan kesesuaian warna atau modelnya. Sebab, para pria umumnya lebih suka jika melihat bra dan celana dalam Anda matching.

Jika nanti Anda membuka lemari untuk mengambil pakaian dalam, coba amati, warna apa yang cenderung Anda sukai? Karena, menurut survei, warna pakaian dalam Anda bisa menunjukkan karakter Anda sebagai pecinta.

Survei yang diadakan oleh Debenhams ini menyatakan, warna merah menunjukkan bahwa Anda bukan seorang pemalu. Namun jika pilihan Anda pink, Anda tak akan pernah mau menjadi pihak yang "menguasai" permainan. Sedang pakaian dalam warna putih merupakan pilihan perempuan yang selalu bersedia belajar.

Jajak pendapat ini juga mendapati bahwa 72 persen perempuan saat ini cenderung memilih lingerie warna nude atau warna kulit, dan tidak lagi memilih warna hitam atau putih, atau satu set lingerie yang berenda. Penjualan pakaian dalam warna nude juga disebutkan meningkat 38 persen setiap tahun.

Perubahan selera ini tampaknya dipengaruhi oleh ucapan para selebriti mengenai warna lingerie favoritnya. Eva Mendes, misalnya, pernah mengatakan bahwa dia merasa paling seksi ketika memakai underwear warna nude atau hitam. Sedangkan Katy Perry lebih suka bra dan celana dalam berdesain simpel, juga berwarna nude.

Psikolog Donna Dawson, yang berspesialisasi di bidang Personality and Behavior, mengatakan bahwa warna dari spektrum yang hangat (merah, oranye, kuning), menciptakan rasa kegairahan dan daya hidup. Dengan pakaian dalam warna tersebut, perempuan juga bisa meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan hitungan nafas.

"Bra berwarna kulit menunjukkan kepribadian yang natural, easy-going, membumi, dan transparan. Perempuan tipe ini sangat rileks, tak ada sesuatu yang ingin disembunyikannya," katanya. "Bra berwarna merah mencerminkan kepribadian yang penuh gairah, enerjik, dramatis, dan terpacu."

Perempuan ber-lingerie merah tidak akan malu meminta apa yang ia inginkan. Sifatnya yang moody dan kebutuhannya untuk diperhatikan juga merupakan bagian dari daya tariknya. Adapun bra warna pink menandakan kepribadian yang romantis, lembut, dan butuh kasih sayang. Perempuan pink sangat feminin, sensual, dan tak akan memimpin pasangannya saat bercinta.

"Bra hitam melambangkan kepribadian yang individualistik dan powerful, tetapi juga panas. Perempuan ini memiliki pesona yang halus dan sangat bergairah," tutur Dawson.

Bagaimana dengan bra putih? Warna yang tampaknya tidak terlalu banyak digunakan lagi ini menunjukkan bahwa Anda seorang yang polos, dan sangat terbuka dengan semua masukan. Anda juga seorang yang mau belajar dari yang lebih ahli. Termasuk dalam hal bercinta.

Sumber: kompas
Share:

Fakta dan Angka Seputar Ejakulasi Dini

Dalam budaya pop, obrolan soal berapa lama seorang pria mampu bertahan saat berhubungan intim kerap menjadi bahan lelucon. Saling ejek kerap terjadi tatkala pria dianggap terlalu cepat 'selesai' alias prematur.

Tetapi sebenarnya, topik tentang ejakulasi prematur/dini (ED) menjadi tidak lucu sama-sekali, terutama bila Anda mengalaminya. Hampir sebagian besar pria ternyata seringkali mengalami ejakulasi lebih cepat dari yang diharapkan, baik oleh diri maupun pasangannya ED pun kerap membuat frustasi karena tak sedikit dari yang bingung mencari penyebabnya.

Yang pasti, menurut Ian Kerner, konselor seks di harian The New York Times dan penulis buku She Comes First: the Thinking Man’s Guide to Pleasuring a Woman, ejakulasi prematur adalah salah satu problem serius yang dialami kaum Adam di era modern ini. Kerner menyuguhkan beberapa fakta dan angka menarik seputar ED yang perlu Anda ketahui.

- 30 (persen)
Sekitar 30 persen pria di dunia diperkirakan mengalami ejakulasi dini. Faktanya, angka ini bisa jauh lebih tinggi karena ED adalah masalah seksual paling lumrah yang bisa dialami oleh siapa pun, tanpa mempedulikan usia atau seberapa besar pengalaman dan pengetahuan Anda tentang seks.

- 15 (detik)
Walaupun Anda pernah melihat film biru atau mendengar cerita orang, kebanyakan pria sebenarnya tidak mampu berhubungan intim berlama-lama. Rata-rata pria melakukan intercourse hanya selama dua hingga lima menit saja sebelum berejakulasi.

Namun bagi pria pengidap ED, lamanya waktu tersebut adalah impian. Pengidap ED hanya mampu bertahan kurang dari semenit bahkan sejumlah riset menyatakan pria dengan masalah ED hanya mampu bertempur selama 15 detik saja.

- 2 (jenis neurotransmitter)
Selama bertahun-tahun, peneliti meyakini beberapa hal penyebab ED, termasuk faktor psikologis seperti kecemasan dan rasa bersalah, kebiasaan masturbasi, penis yang terlalu sensitif atau minimnya pengalaman seksual. Meski ada nilai kebenaran pada teori tersebut, penyebab utama ED justru berkaitan pada dua jenis zat kimia dalam tubuh yang berfungsi sebagai pengantar (neurotransmitter).

Studi terbaru menyatakan bahwa ED sifatnya seperti cacat atau bawaan sejak lahir. Para ahli juga masih menyelidiki kaitan antara ED dengan cara kerja sistem saraf manusia. Perubahan pada dua jenis neurotransmitter diduga ikut bertanggungjawab pada timbulnya ED.

- 12 (kali lebih lama)
Perkembangan ilmu kedokteran telah memunculkan harapan baru bagi pengobatan ejakulasi dini. Obat-obat antidepresan yang disebut SSRI (Selective serotonin reuptake inhibitor) dapat membantu kadar neurotransmitter jenis serotonin sehingga dapat menunda atau memperlambat ejakulasi. Bahkan para ahli tengah mengembangkan sejenis obat dalam bentuk semprot yang dapat menunda terjadinya ejakulasi hingga 12 kali, dari rata-rata 15 detik hingga 3 menit. Obat semprot ini bernama Topical Eutectic Mixture for Premature Ejaculation (TEMPE) ini masih dalam penelitian dan segera akan didaftarkan ke FDA.

- 1 (tujuan)
Berbagai penemuan para ilmuwan memang dapat membantu pengidap ED, tetapi tidak menyembuhkannya. Belum ada satu jenis pengobatan yang dapat menyembuhkan PE, selain itu pun tidak ada cara instan untuk mengatasinya. Upaya medis hanyalah upaya membantu meningkatkan kemampuan pasien ED agar dapat bertahan lebih lama dan menambah rasa kepercayaan diri mereka. Dengan kepercayaan diri, mereka dapat lebih fokus pada latihan mengasah skill membawa pasangan menuju orgasme, yang merupakan satu tujuan utama. Ada banyak teknik yang dapat dikembangkan dan dipelajari untuk memuaskan pasangan. Dengan begitu, seks tidak selalu harus dibantu obat-obatan.
Sumber: health.kompas
Share:

Afterplay yang Bikin Ketagihan

Banyak orang lupa melakukan "afterplay" sehabis bercinta. Padahal, afterplay ini tak kalah penting dibanding "foreplay" ataupun seks itu sendiri.

Malah, afterplay yang tepat bisa bikin seks makin asyik dan hubungan lebih harmonis. Penulis buku Secrets of Better Sex, Joel D. Block Ph.D menekankan pentingnya saat setelah berhubungan seks. Sebab afterplay bisa menimbulkan kenangan indah yang menimbulkan rasa ketagihan.
"Afterplay yang umum dilakukan adalah berpelukan, berciuman, dan berbagi perasaan intim. Bisa juga ngobrol mengenai masalah seks ataupun bukan seks yang terjadi di antara mereka," kata Joel.
Meski hanya beberapa menit, momen tersebut bisa menambah ikatan hubungan di antara pasangan. Mereka akan merasa lebih peka, terikat secara fisik dan emosional, serta lebih perhatian terhadap pasangannya.
Nikmatnya afterplay membuat orang yang sudah mengalaminya ketagihan. Malah banyak orang yang menanti momen afterplay dibanding seks itu sendiri. Sayangnya, masih banyak pasangan yang mengabaikan momen penting setelah bercinta ini.
Kebanyakan orang langsung tidur, merokok, membasuh diri, atau malah makan sambil nonton televisi sehabis bercinta.

“Padahal hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk mempererat hubungan Anda. Jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Kalau memang tak ada yang penting untuk dibicarakan, tetaplah diam sambil memeluk pasangan. Atau bisikkan kata-kata sayang dan nakal pada pasangan. Lihat saja hasilnya kemudian pada kehidupan seksual Anda,” imbuh Joel.
Sumber: health.kompas
Share:

Kenapa Perempuan Ingin Dipeluk Usai Bercinta?

Bukan rahasia lagi kalau kebanyakan perempuan merasa lebih senang dipeluk dan dimanja setelah bercinta. Sementara pria cenderung ingin bersantai dengan mengisap rokok atau sekadar minum.

Mengapa keduanya bisa berperilaku berbeda seusai bercinta? Para ilmuwan di AS mengungkapkan alasan di balik fenomena tersebut.

Sebuah riset terbaru tentang perilaku setelah bercinta mengindikasikan bahwa perempuan ternyata memiliki inisiatif lebih besar untuk menjalin ikatan dan keintiman, baik dalam konteks hubungan sesaat maupun jangka panjang.

Sementara para pria cenderung terjebak dalam perilaku "menghargai secara ekstrinsik", atau menambah peluang melakukan seks berikutnya.

"Kebanyakan studi psikologi evolusioner tentang reproduksi manusia terfokus pada apa yang terjadi sebelum dan menjelang hubungan seks. Tetapi strategi reproduktif tak berhenti setelah hubungan badan. Dan, hal itu mungkin memengaruhi secara langsung perilaku spesifik pasca-hubungan seks," ujar penulis riset, Susan Hughes.

Hughes mengatakan, ada sejumlah elemen dalam proses reproduksi setelah peristiwa itu terjadi. Elemen tersebut termasuk bonding (ikatan), niat berhubungan selanjutnya (dan kemungkinan melakukan aktivitas seksual berikutnya), penyimpanan dan kompetisi sperma, menjaga pasangan, dan kemungkinan pembuahan.

"Kami menduga, pertimbangan antara pria dan perempuan pasca-hubungan badan sedikit berbeda akibat berpencarnya strategi reproduksi," kata Hughes yang melakukan kajian dengan cara mewawancarai 170 orang.

"Dibandingkan lelaki, kaum perempuan lebih menitikberatkan pada lima hal, yakni ngobrol secara intim, berciuman, belaian dan pelukan, menyatakan cinta pada pasangan, serta bicara kelanjutan hubungan setelah seks," ujar Hughes.

"Hal berbeda ditunjukkan pria yang mengutamakan meraih penghargaan ekstrinsik setelah ngeseks (seperti minum atau merokok, makan atau menanyakan kesukaan pasangan). Pria juga lebih mementingkan berlanjutnya aktivitas seksual ketimbang perempuan," tambahnya.

Menurut kajian yang dipublikasi Journal of Sex Research ini, pria juga lebih suka mengawali ciuman sebelum bercinta, sedangkan perempuan justru senang mengawalinya seusai bercinta.

Selain itu, kaum Hawa menilai pembicaraan intim dan diskusi tentang hubungan lebih penting dibahas sebelum melakukan seks ketimbang sesudahnya. Sementara pria beranggapan tidak ada bedanya antara sesudah atau sebelum ngeseks.

Satu-satunya hal yang seragam antara pria dan perempuan adalah keduanya sama-sama menganggap penting untuk mengatakan "I love you" kepada pasangan setelah bercinta.
Sumber: health.kompas
Share:

Pria Wajib Tahu 5 Hal Soal Payudara Wanita

Payudara adalah salah satu mahkota bagi kaum Hawa. Bagian tubuh yang satu ini adalah organ seksual yang menjadi obsesi para pria.

Tak sedikit dari mereka terpana, penasaran, atau curi-curi pandang hanya untuk menatapnya. Sementara kaum perempuan sangat melindunginya dan hanya sedikit saja rela menunjukkan bagian dari mahkotanya.

Namun, di balik keindahan bentuknya, banyak pria tidak paham soal organ seksual ini. Kaum lelaki juga tak mengerti tentang persepsi para perempuan soal bagian tubuh yang menjadi kebanggaannya itu.

Nah, untuk mengungkap fakta, para pakar seksualitas perempuan melakukan survei terhadap sekitar 700 responden. Inilah beberapa temuan penting yang harus diketahui kaum Adam agar mau memahami dan lebih menghargai mahkota milik para perempuan ini.

1. Payudara adalah pesona
Tiga perempat perempuan yang dilibatkan dalam survei setuju bahwa ketertarikan pria pada payudara perempuan tidaklah merugikan. Tujuh puluh persen perempuan berasumsi bahwa kebanyakan pria tersihir pesona organ tubuh yang satu ini.

Namun tentu saja, ini bukan berarti pria bisa seenaknya memperlakukan atau memperolok payudara perempuan. "Benar-benar tidak ada maaf kalau Anda tidak sopan atau terus menatapnya,” ungkap Debby Herbenick, Ph.D., peneliti seksual dari Indiana University’s Kinsey Institute.

Oleh sebab itu, jagalah kesopanan. Kalau Anda suka, cukuplah menikmati keindahannya secara pribadi. Tetap hormati perempuan di depan umum karena sudah menjadi kewajiban pria menghargai setiap perempuan.

2. Perempuan lebih mencintai payudaranya
Sebagian besar perempuan memandang payudaranya sebagai identitas seksualnya, lebih dari sekadar asesoris fashion atau anggota tubuh lainnya. Sekitar 62 persen perempuan lebih senang membuka bagian atas tubuh mereka ketimbang bagian bawahnya, dan 78 persen perempuan mengaku lebih menyukai posisi woman-on-top karena mereka dapat memamerkan payudaranya saat ngeseks.

Perempuan juga kerap memanfaatkan mahkotanya sebagai suatu kelebihan. Sebanyak 87 persen responden yang disurvei menilai bahwa wanita yang melakukan "upaya memamerkan" payudaranya mendapatkan perlakuan istimewa.

3. Perempuan bisa sangat bermasalah dengan payudaranya
Ketika seorang perempuan tumbuh besar, ada faktor emosi yang berkaitan dengan pertumbuhan payudaranya. Faktanya, perubahan pada payudara juga bisa jadi persoalan yang sangat rumit. Rata-rata seorang perempuan mengalami perubahan ukuran payudara hingga enam kali saat dewasa.

Siklus haid bulanan, pil kontrasepsi, perubahan berat badan, kehamilan, dan menyusui adalah faktor-faktor yang memengaruhi bentuk, ukuran dan perasaan kaum Hawa terhadap payudara.

"Hal terseksi yang dapat dipakai seorang perempuan adalah menggunakan kepercayaan dirinya. Jika dia merasa kurang pede, bantulah dia supaya merasa lebih nyaman dengan tubuhnya," ungkap Elisabeth Squires, penulis buku Boobs: A Guide to Your Girls.

4. Di tempat tidur, pria tak tahu apa-apa
Herbenick menyatakan, kaum Adam biasanya melakukan dua kesalahan dalam memperlakukan mahkota perempuan ini. “Pria cenderung menyentuhnya seperti mereka menikmati saat disentuh (biasanya secara halus atau pun kasar), atau mereka melakukannya dengan cara seperti yang pernah disukai pasangan sebelumnya,” ujarnya

Padahal, para perempuan justru tak selalu menyukai cara seperti itu . "Setiap wanita memiliki perasaan berbeda tentang payudaranya," kata seksolog Dr Logan Levkoff penulis buku How to Teach Them to Become Sexually Healthy Adults.

Logan punya trik untuk mengatasinya: Setiap kali pasangan melepas bra di hadapan Anda, lupakan semua memori Anda sebelumnya tentang payudara. Hal ini pun bahkan bermanfaat untuk Anda yang sudah berpasangan selama bertahun-tahun. Mulailah dengan cara berpura-pura, seakan Anda belum pernah melihatnya.

"Anda akan belajar dan belajar lagi bagaimana seseorang mendesah, mengerang, dan menjerit ketika Anda menyentuhnya. Anda tidak akan pernah terjebak pada rutinitas lama," kata Herbenick.

5. Payudara perkuat ikatan emosional
"Payudara tidak melulu menyangkut seks," kata Levkoff, "dan ketika Anda menyadarinya, para perempuan akan sangat menghargainya.”

Levkoff berpesan, pria sebaiknya belajar memanfaatkan momen intim dengan pasangan tanpa embel-embel seks . Contohnya, ketika Anda sedang bersantai bersama pasangan saat menonton TV. "Merebahkan kepala di atas dadanya dapat memberi si dia kekuatan maternal pada Anda," kata Levkoff.

Tip lain: Jika sang istri mengeluhkan sakit pada payudaranya, coba tawarkan diri Anda untuk memijatnya. Tapi sekali lagi, lakukanlah dengan cara non-seksual.

Sumber: health.kompas
Share:

Tips Seks Kilat (Quickie)

Quickie sex atau seks kilat memang bisa menjadi alternatif melepaskan hasrat bercinta pasangan suami-istri ditengah-tengah kesibukkannya, yang sering kehilangan momen romantis bersama mereka.

Meskipun Quickie sex hanya berlangsung minimal 5 menit, tapi efeknya tidak kalah nikmatnya dari bercinta dengan durasi yang panjang dan bahkan "beronde-ronde". Asalkan Anda dan pasangan tahu triknya dan menikmatinya, maka kepuasan seks pun bisa tercapai.

Persiapan
Sebaiknya jangan sampai ber-Quickie sex tanpa disambut positif oleh pasangan. Pastikan Anda berdua berada pada mood yang baik dan mendukung terlaksananya seks kilat itu.

Caranya bisa dengan beragam cara, seperti mengirimkan pesan mesra (menggoda) atau "nakal" pada pasangan beberapa menit sebelum makan siang, lalu membuat janji untuk bertemu di rumah atau di hotel, atau dimana saja untuk merealisasikan keinginan (Quickie sex) Anda berdua.

Berkhayal
Sebaiknya jangan terlalu berharap banyak pada penetrasi di waktu yang sangat singkat dan tidak memungkinkan untuk berlama-lama bercinta dengan pasangan (suami/istri). Namun, pikirkanlah sesuatu hal yang bisa membangkitkan gairah Anda, seperti saling mencumbu, berciuman atau melakukan hal-hal "nakal" lainnya.

Tetap berpakaian
Dalam kondisi serba kilat (Quickie), sebaiknya Anda berdua tetap berpakaian saat melakukan Quickie sex. Cukup dengan membuka sedikit resleting celama (pada pihak pria) atau menyibakkan rok (pada pihak wanita) untuk menciptakan rangsangan-rangsangan "maut". Jangan lupa, gunakalah insting pertualangan Anda berdua untuk menciptakan "keliaran" kilat demi meraih kepuasan.

Bawalah alat pendukung
Bawalah berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan rencana Quickie sex tersebut. Apabila Anda berdua tidak ingin melakukan penetrasi, Anda bisa membawa toy sex untuk mensimulasi area-area sensitif Anda berdua, seperti klitoris, vagina, penis, puting payudara, dan lain sebagainya
hanyawanita.com
Share:

10 Fakta Mengejutkan Seputar Seks

Bagi pasangan yang sudah menikah, hubungan seksual bisa mempererat suatu hubungan. Dan jika dilakukan dengan baik dan benar, melakukan hubungan seksual bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Tapi tahukah Anda, bahwa ada beberapa fakta mengejutkan seputar hubungan seksual yang belum banyak diketahui?. Apa saja?



Menurut Tips Cinta, berikut adalah 10 fakta mengejutkan seputar hubungan seksual:


1. Jumlah orang berhubungan seksual per hari
Ada sekitar 100 juta orang di dunia yang melakukan hubungan seksual setiap harinya.

2. Jumlah orang berhubungan seksual per tahun

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan The Durex World Sex Survey, secara global diperoleh hasil bahwa orang melakukan hubungan seks sebanyak 103 kali per tahun atau 1,98 kali per minggu atau 0,28 kali per hari.

3. Makanan peningkat gairah seks

Makanan tertentu diketahui dapat meningkatkan gairah seks seseorang, antara lain daging tanpa lemak, biji-bijian, semangka, biji Labu, almond, pisang, stroberi, mangga, alpukat, cabe, kapulaga, lada, champagne, tiram, dark chocolate (coklat hitam), truffles dan kaviar.

4. Seks membakar kalori

Hubungan seks bisa membakar 70-120 kalori pada wanita dengan berat sekitar 60 kilogram dan 77-155 kalori untuk pria dengan berat sekitar 77 kilogram per jamnya.

5. Negara paling banyak yang berhubungan seksual

Amerika dan Yunani tercatat sebagai negara dengan hubungan seksual paling banyak di dunia. Di Amerika dilaporkan terdapat 124 kali hubungan seksual per tahun dan 117 kali di Yunani yang lebih tinggi dari rata-rata dunia 103 kali. India tercatat melakukan hubungan seksual hanya 76 kali setahun dan orang Jepang tampaknya paling tidak tertarik dengan hubungan seksual karena hanya tercatat 36 kali hubungan seksual per tahun.

6. Ereksi di malam hari

Studi tentang ereksi menunjukkan bahwa pria bisa mengalami sekitar 9 kali ereksi dalam satu malam, terlepas apakah ia mimpi erotis atau tidak.

7. Rekor seks dunia

Pada tahun 2004, bintang porno Lisa Sparxxx menciptakan rekor dunia yang sangat luar biasa, yaitu melakukan hubungan seks dengan 919 pria dalam waktu 24 jam.

8. Jumlah situs porno

Ada lebih dari 4,2 juta situs porno di dunia tumbuh setiap hari dengan jutaan video yang menggambarkan berbagai hubungan seksual.

9. Posisi pada Kama Sutra

Pada buku kuno Hindu Sansekerta 'Kama Sutra', terdapat total 64 posisi untuk melakukan hubungan seksual. Hal ini digambarkan sangat grafis dengan patung pada candi Konark dan Khajuraho. Kama Sutra menggambarkan bercinta sebagai 'kesatuan ilahi'.

10. Mitos hubungan seksual di Afrika

Di Afrika ada salah satu mitos umum yang beredar, yaitu berhubungan seksual dengan gadis virgin (perawan) dapat menyembuhkan AIDS. Mitos ini dikenal dengan Deflowering Virgins dan telah populer sejak zaman dulu. Fatafehi Paulah, Raja Tonga di abad ke-17 bahkan mampu tidur dengan 10 gadis perawan dalam satu hari. Dan selama masa pemerintahannya, ada sekitar 37.800 perawan telah ditidurinya.



Semoga Posting kali ini bermanfaat bagi Sobat Tips Cinta semua. Ditunggu Komentarnya.. ^_^
Share:

2 Cara Berhubungan Seks Tanpa Penetrasi

Wanita membutuhkan waktu pemanasan lebih lama dibandingkan pria saat ingin sanggama. Sebaliknya, pria justru cenderung ingin segera menuntaskan aksi ranjaTambah Gambarng lewat penetrasi.
Jika pasangan bukan tipikal pria penyuka foreplay dengan durasi lama, Anda bisa mengajari pasangan untuk kecanduan menikmati menu pembuka seks. Bagaimana caranya?

Masturbasi bersama
Para wanita, tanpa dibalut selembar benang, Anda dapat melakukan aksi saling menyentuh dan mencumbu. Jangan biarkan pasangan segera mengalihkan perhatian Anda untuk segera berpenetrasi.

Ketika sudah berada di ranjang, cobalah memanjakan pasangan dengan memberikan pijatan penuh gairah. Oleskan lotion beraroma yang menjadi kegemarannya sambil memberikan kecupan hangat di sekujur tubuh si dia. Bila si dia tampak menikmati permainan bibir Anda, saatnya melanjutkan aksi memanjakan Mr P-nya.

Konon, hasrat seksual pria dapat segera terlecutkan dengan mudah bila buah zakarnya "dimainkan". Sama halnya dengan Miss V bila "dijelajahi" bibir pria, sensasi seperti itu pula yang turut dialami kaum adam. Demikian dikutip dari Loving You, Minggu (15/5/2010).

Lewat cara ini pula, banyak wanita meraih kepuasaan karena sudah berhasil membuat pria tak berdaya. Malahan, pria bisa segera orgasme tanpa melakukan penetrasi.

Petting
Petting, salah satu aktivitas foreplay paling disukai wanita untuk membangkitkan gairah seksnya. Namun, di sini lah tantangan pria untuk bisa sabar, dan menahan gejolak Mr P-nya agar tak terlalu terburu-buru menjelajahi Miss V. Pria harus mengetahui aturan main sebelum memulai hubungan intim. Tidak hanya mengenal suasana hati wanita, tetapi juga dituntut untuk kreatif menambah bumbu bercinta pada saat menu pembuka berlangsung. Pasalnya, setiap wanita ingin berlama-lama menikmati aksi panas yang dilancarkan pasangan. Wanita berharap aksi tersebut tidak berlalu begitu saja. Begitulah yang dikutip dari Redbookmag.

Tertarik melakukan petting? Anda bisa melakukan petting terlebih dahulu sebelum melucuti satu per satu pakaian pasangan. Sebab, inilah momen paling ditunggu wanita untuk memulai aksi ranjang.

Petting adalah bentuk aktivitas seksual untuk memberikan sinyal bahwa seseorang ingin melanjutkan aktivitas seksnya ke hubungan yang lebih intim. Sentuhan serta cumbuan lembut pada daerah sensitif, dan Miss V pasangan akan meninggalkan sensasi tersendiri, bila Anda melakukannya ketika dia mengenakan busana lengkap. Aksi meraba dan mencumbu tanpa harus menyentuh kulitnya secara langsung akan membuat gairah wanita menyala seketika.
sumber: lifestyle.okezone
Share:

Manfaat Seks Bagi Kesehatan

Seks memang kebutuhan dasar manusia. Ibarat sayur tanpa garam, pernikahan tanpa adanya seks, maka kehidupan Anda dan pasangan pasti sangatlah hambar.
Melakukan hubungan seksual secara teratur memiliki pengaruh yang luar biasa untuk kesehatan. Karena, hasil dari penelitian, seks ternyata sangat baik bagi kesehatan, dimana dalam hal ini bagi pasangan suami istri. Salah satu dari hasil penelitian itu bahwa satu kali berhubungan seks, manusia menghabiskan 2.000-2.500 kalori. Itu sama saja dengan main badminton 2 set penuh.

Menurut seorang psikolog di California, Joy Davidson,Phd, seperti yang saya kutip di inilah.com, sedikitnya ada 10 manfaat yang diperoleh dari hubungan seks yang dilakukan suami-istri, yaitu:

1. Mengurangi Stres
Berdasarkan penelitian yang dilakukan School of Social Sciences, University of Paisley, Scotlandia, yang diterbitkan oleh Biological Psychology, ditemukan hubungan antara aktivitas seks dan potensi penurunan tekanan darah serta pengurangan frekuensi stres pada manusia.
Penelitian ini melibatkan 46 responden yang secara berkelanjutan merekam aktivitas seksual mereka. Hasil pada responden yang melakukan ML, merespon lebih baik terhadap stres dibandingkan responden yang tidak melakukan ML.
Penelitian lain yang diterbitkan di jurnal yang sama mengemukakan mengenai kaitan antara frekuensi ML dan penurunan tekanan darah diastolik.


2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Berdasarkan penelitian universitas di Wilkes-Barre, Pa. IgA, ML sebanyak 1-2 kali dalam sepekan berkaitan dengan tingginya kadar antibodi yang disebut dengan Imunoglobulin A (IgA). Peran antibodi tersebut dapat melindungi tubuh manusia secara alami dari ancaman influenza dan infeksi lainnya.

3. Membakar Kalori
Ketua American Association of Sexuality Educators and Therapists, Patti Britton, PhD, mengemukakan, "Seks adalah latihan yang sangat baik." Karena sedikitnya sekitar 85 kilo kalori dapat terbakar dengan aktivitas seks selama 30 menit.
Untuk mewujudkan aktivitas seks sesuai harapan, dibutuhkan kerja sama yang baik dari segi fisik dan psikologis dari masing-masing pihak.


4. Memperbaiki Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan Journal of Epidemiology and Community Health, didapatkan bahwa ML dua kali atau lebih dalam seminggu dapat mengurangi risiko serangan jantung pada separuh pria. Itu bila dibandingkan dengan mereka yang melakukan ML kurang dari satu kali per bulan.

5.Membangun Kepercayaan Diri
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan Archives of Sexual Behavior, 'Membangun Kepercayaan Diri’ merupakan satu dari 237 alasan seseorang melakukan ML.
Lebih lanjut Gina Ogden, PhD, seorang terapis seksual dari Cambridge mengemukakan "ML yang baik dimulai dengan kepercayaan diri. Apabila hubungan seksual tersebut diikuti dengan cinta, apa yang Anda inginkan, dan komitmen, maka kepercayaan diri Anda akan bertambah."

6.Meningkatkan Keintiman Pasangan
Ketika seseorang mengalami orgasme, maka kadar hormon oksitosin meningkat. Hormon itu lebih dikenal dengan 'hormon cinta'. Oksitosin dapat menimbulkan ikatan hubungan serta jalinan kasih yang lebih kuat. Penelitian mengenai oksitosin itu dilakukan universitas di Pittsburg dan Carolina Utara yang mengevaluasi 59 wanita premenopause sebelum dan sesudah melakukan pelukan erat dengan suami mereka. Para peneliti menemukan bahwa semakin banyak kontak erat, semakin tinggi oksitosin.

7. Mengurangi Nyeri
Seperti layaknya peningkatan jumlah hormon oksitosin, selama ML hormon endorfin pun ikut meningkat. Semakin tinggi kadar endorfin, maka akan semakin mengurangi rasa nyeri yang terjadi pada tubuh seseorang. Jika Anda mengalami sakit kepala, nyeri radang sendi dan semuanya bakal membaik setelah ML. Berterimakasihlah terhadap hormon-hormon ini.

8. Mengurangi Risiko Kanker Prostat
Ejakulasi yang tidak sedikit dan tidak berlebihan terutama pada pria usia 20-an dapat mengurangi risiko kanker prostat.

9. Mengencangkan Otot Dasar Panggul
Khusus bagi kaum perempuan, melakukan latihan untuk menguatkan otot dasar panggul (latihan Kegel) selama ML dapat memberikan banyak keuntungan.
Para wanita akan merasakan tambahan kenikmatan sekaligus menguatkan otot dasar panggul dan mengurangi risiko beser pada saat tua nanti. Dan pada pria, latihan kegel ini dapat memperlama ereksi dan mengurangi frekuensi terjadinya ejakulasi dini.

10.Kualitas Tidur Lebih Baik
Oksitosin yang dilepaskan sewaktu orgasme juga dapat membantu tidur menjadi lebih nyenyak. Dan dapat digarisbawahi bahwa kualitas tidur yang baik berarti peningkatan kualitas hidup lebih baik lagi.
Ref: inilah.com
Share:

Mengapa Pria Berdesir Menatap Wanita Hamil?

Bagi para pria lajang, mungkin perempuan hamil akan tampak seperti ibu hamil pada umumnya: yang seluruh bagian tubuhnya membengkak, lalu berjalan tersaruk-saruk karena menahan beban berat di perutnya. Namun, bagi pria yang sudah menikah, perempuan hamil akan dinilai secara berbeda. Perempuan hamil justru jadi tampak seksi di mata mereka dan hal ini disebabkan adanya pengalaman khusus yang terjadi pada setiap pasangan.

Matt Damon, misalnya. Sang istri, Luciana, kini sedang mengandung anak ketiga, dan pengalaman ini sangat berarti buatnya. “Ia sudah hamil selama lebih dari setengah dari lima tahun terakhir, dan setengah yang lain untuk mengasuhnya. Jadi sudah pasti aku bertanya, berapa banyak yang bisa saya minta darinya," ujar pria 40 tahun ini. "Tetapi sekarang, aku miliknya seluruhnya. Ia tampak luar biasa dan ia bisa merawat dirinya dengan baik."

Pada pria lain, alasannya mungkin bisa berbeda. Berikut beberapa alasan yang membuat pria makin mencintai perempuan yang sedang hamil:

1. Alasan pertama sangat jelas dan masuk akal: bila yang hamil itu istrinya, pria akan memerhatikan segala perubahan fisik yang terjadi, dan hal itu terlihat seksi buatnya. Anda sedang mengandung anaknya, adakah yang lebih membanggakan daripada hal itu?

2. Banyak juga lho, pria yang kurang menyukai perempuan yang terlalu langsing, atau yang tubuhnya tidak menampakkan lekuk. Maka tubuh Anda yang lebih berisi tampak lebih segar dan sehat di matanya.

3. Kehidupan seks jadi seperti ketika pertama kali. Ingatkah Anda ketegangan yang Anda rasakan, atau ketidakpastian apa yang harus Anda lakukan ketika itu? Dengan hamil, Anda jadi punya alasan untuk mencoba hal-hal baru. Posisi seks tertentu, misalnya.

4. Pria sering gemas dengan perempuan yang sedang manja. Misalnya, ketika Anda meminta ia memijat kaki Anda yang pegal, atau mengelus-elus pinggang Anda yang nyeri karena menahan beban di kandungan. Sama kan, dengan ketika Anda sedang mengeluh perut Anda nyeri ketika haid? Ia tak akan tahan membiarkan Anda kesakitan seperti itu.

5. Tak seorang pun dari Anda yang mengkhawatirkan penggunaan alat kontrasepsi saat bercinta. Tidak perlu lagi menghitung masa subur di kalender, atau memasang kondom yang mungkin akan mengurangi kenikmatan si dia. Hal ini akan memberikan perasaan bebas dan menyenangkan.

6. Banyak yang mengatakan, perempuan yang sedang mengandung bayi perempuan biasanya akan tampil lebih rapi dan cantik. Hal ini mungkin hanya mitos, tetapi memang ada sebagian perempuan yang tampak glowing ketika sedang hamil. Anda menjadi begitu cantik di mata suami.

7. Saat hamil, Anda mengalami berbagai perubahan fisik. Namun, hal ini ternyata membuat kulit Anda jadi lembut dan kenyal. Mengapa? Karena Anda rajin mengenakan losion untuk mencegah stretch marks di perut dan paha Anda. Hmmmm... jangan dikira suami tak memerhatikannya.

8. Keteguhan Anda untuk menjalani prosedur apa saja untuk membuat diri Anda hamil, kerelaan Anda untuk menyingkirkan makanan yang Anda sukai demi kesehatan di bayi, dan kepercayaan diri Anda yang meningkat setelah berhasil melalui trimester pertama dengan gemilang, adalah tindakan yang sangat berani. Hal ini membuat suami makin mencintai Anda.

Sumber: female.kompas
Share:

Habis ML, Pria Inginnya Makan

Kebanyakan perempuan pasti ingin meringkuk di dalam pelukan pasangannya ketika baru selesai berhubungan intim. Sedikit kecupan dan belaian juga tak ada salahnya. Sayangnya, keinginan ini lebih sering tak didapatkan. Menurut sebuah studi baru, pria lebih suka makan atau minum seusai berhubungan seksual.Penelitian yang diterbitkan di Journal of Sex Research ini mencari area yang tidak dilirik kebanyakan studi mengenai seks, yaitu apa yang dilakukan pasangan seusai berhubungan intim. Para relawan ditanya seberapa pentingnya aktivitas pasca-intercourse, seperti bercumbu, berpelukan, dan ngobrol mengenai hubungan suami-istri. Perempuan ternyata mendapat penilaian lebih tinggi daripada pria.

"Dalam jangka panjang atau jangka pendek, perempuan masih menginginkan keintiman. Mereka cenderung ingin berciuman, berpelukan, dan mengungkapkan perasaan cinta seusai berhubungan seks," papar psikolog Susan Hughes dari Albright College, Pennsylvania. "Mereka menginginkan apa pun yang ada hubungannya dengan keintiman."

Di lain pihak, para pria menyatakan lebih ingin merokok, makan, atau minum sesuatu setelah sesi bercinta usai. Beberapa pria bahkan mengaku mengambil keuntungan dari mood perempuan sesudah berhubungan intim untuk meminta dibuatkan sesuatu. Jadi, mumpung Anda sedang cinta-cintanya, suami lantas jadi punya alasan untuk meminta ini-itu.

Tentu, perilaku ini bukan sesuatu yang dicari perempuan. Menurut studi, perempuan cenderung menilai potensi pria sebagai seorang ayah dan pasangan jangka panjang dari ungkapan perasaan yang ditunjukkan pria setelah berhubungan intim. Nah, jadi, bertepuk sebelah tangan, kan? (Sumber: female.kompas)
Share:

Hal Kecil yang Bikin Si Dia Makin Kesengsem

Masih ingat rasa yang Anda kejap di awal pertemuan atau masa pacaran dengan suami dulu? Rasa deg-degan, rasa "nyambung" karena kesamaan-kesamaan akan hal kecil seakan memperkukuh bahwa dia adalah Mr Right. Perasaan misteri itu yang membuat Anda merasa indahnya momen "jatuh cinta". Hal ini diteliti oleh seorang psikolog bernama Rom dan Ori Brafman yang kemudian dituangkan dalam buku yang mereka beri judul Click: The Magic of Instant Connections.

Penelitian kakak-beradik ini menemukan bahwa sedikit "akselerator" dalam sebuah pasangan, seperti bahasa tubuh dan menurunkan gengsi bisa menguatkan hubungan juga makin mempererat hubungan yang sudah berlangsung lama.

"Akselerator ini menggerakkan keeratan hubungan karena mendorong keintiman. Entah Anda mencoba untuk menjalin hubungan dengan orang baru atau mencoba memercikkan kembali api asmara yang sudah lama. Keintiman yang lebih mendalam adalah tujuan Anda, dan strategi untuk mencapainya pun serupa," jelas Ori.

Berikut adalah 3 cara mudah untuk mendapatkan perasaan "klik" kembali dengan si dia:
1. Kecupan spontan
"Studi mengungkapkan pentingnya sentuhan kasual, bagaimana hal tersebut membuat kita merasa lebih aman dan mengeratkan empati. Jadi, cobalah untuk menyentuh si dia secara spontan sesekali dalam sehari," jelas Brafman. Berikan kecupan ringan entah itu di lengannya atau di pundaknya.

2. Mencari kesamaan
"Tanpa sadar, kita mencari kesamaan sebagai cara untuk merasa dekat dengan orang lain, dan pasangan yang bahagia adalah pasangan yang secara konstan mencari cara untuk menemukan kesamaan mereka lainnya," ungkap Brafman.

Ditambahkan lagi, "Berbagi banyak hal yang serupa dengan pasangan, dalam hal apapun, mulai dari kesamaan kesukaan film komedi hingga makanan kesukaan, membuat Anda merasa berada dalam bagian sisi yang sama."

3. Seirama
Berada di titik yang sama dengan pasangan, baik dalam hal fisik dan mental, menyatukan pandangan dan meningkatkan keintiman. Memberikan perhatian kepada apa yang ia katakan adalah hal yang penting, namun Anda bisa pula menunjukkan kesepahaman dengan si dia lewat meniru gestur tubuhnya. Contoh, melipat kaki saat duduk serupa dengan gayanya. Secara tak sadar, ia akan mengerti bahwa Anda ada bersamanya dan secara alamiah akan melakukan hal yang sama kepada Anda. Namun, tak perlu terlalu jauh hingga meniru segala tindakan yang ia lakukan.

Ada saran lain untuk menunjukkan rasa cinta Anda padanya?
(Sumber: female.kompas)
Share:

Jangan Sembunyikan 5 Hal Ini dari Suami

Seharusnya, orang yang paling mengerti Anda adalah suami Anda. Orang ini sudah pernah melihat Anda tanpa busana, tanpa makeup, bahkan di pagi hari saat Anda terlihat berantakan. Iya pun seakan bisa menyelesaikan kalimat yang Anda baru setengah Anda ucapkan. Tetapi, apakah ia perlu tahu segalanya yang ada di benak Anda? Tentu tidak, namun memang ada beberapa hal penting yang harus Anda utarakan kepadanya. Topik apa sajakah?

1. Masalah keuangan
Saat Anda memiliki masalah keuangan, ada baiknya untuk saling terus terang dengan suami. Karena untuk urusan keuangan, bukan hanya soal angka, tetapi juga menyangkut kepercayaan, ujar Dayana Yochim, penulis The Motley Fool's Guide to Couples & Cash. Alasan terutama pasangan sulit untuk saling mempercayai adalah karena mereka tidak berkomunikasi. Mengumpulkan uang untuk membayar utang adalah hal yang sulit. Namun, lebih sulit lagi untuk mengembalikan kepercayaan suami ketika utang menumpuk dan ia baru tahu belakangan.

2. Kemungkinan ada masalah dengan hubungan
Komunikasi bisa jadi hal yang penting dan akar segalanya. Segala permasalahan bisa terbantu jika sama-sama saling mau terbuka. Namun, jika salah satu sudah mulai merasa ada masalah, sebaiknya segera utarakan sebelum hal-hal yang tak baik terjadi. Anda tak bisa berasumsi bahwa pasangan Anda mengetahui bahwa Anda merasa kurang diperhatikan, tak dicintai, atau tak diingini. Suami Anda kan bukan pembaca pikiran. Kuncinya, adalah dengan mengangkat perasaan sedih atau menyeramkan, seperti kebosanan atau kesedihan sebelum permasalahan yang terburuk terjadi atau ada yang memutuskan untuk pergi. Jika Anda merasa pernikahan Anda berada dalam bahaya, segera ungkap, tak peduli seberapa menyakitkan hal tersebut.

3. Tak bahagia di ranjang
Bukan rahasia lagi bahwa banyak kali perempuan memalsukan orgasme. Hal ini bisa saja mereka bagi dengan sesama teman perempuannya, namun, mereka merasa tak mungkin untuk diceritakan kepada suaminya. Alasannya? Karena mereka merasa ada yang salah dengan dirinya, atau tak ingin merusak perasaan suaminya. Karen Gail Lewis, Ed.D., penulis Why Don't You Understand mengatakan, bahwa membiarkan kebutuhan seksual Anda tidak terpenuhi bisa menjurus ke hal yang tidak menyenangkan. Dengan mengutarakan permasalahan mengenai aktivitas seksual dengan pasangan, Anda dan suami akan membuka banyak hal baru.

4. Ada masalah dengan kesehatan
Tubuh Anda memang milik Anda sendiri, namun perlu diketahui, bahwa setelah Anda menikah, kesehatan Anda akan memengaruhi seluruh keluarga. Mereka memiliki hak untuk mengetahui di mana Anda berdiri, tak hanya untuk proteksi mereka, tetapi juga agar mereka bisa melindungi Anda. Contoh, Anda memiliki perasaan tidak nyaman dengan berat badan usai melahirkan, utarakan kepada suami. Agar ia juga bisa membantu Anda menghadapi masalah tersebut. Misal, dengan lebih berhati-hati saat membicarakan ukuran tubuh, atau membantu Anda menyusun jadwal olahraga, dan lainnya. Ketimbang Anda senewen sendiri dan memiliki perasaan tidak nyaman akan hal itu sendiri, akan lebih baik jika Anda memiliki teman satu tim untuk berbagi.

5. Masa lalu yang traumatis
Sebagian orang memiliki rahasia di masa lalu yang agak sulit untuk dikorek dan dibagi kepada orang lain. Masalah semacam ini tak hanya akan mengganggu kita saat kejadian, tetapi bisa menghantui seumur hidup. Kadang, apa yang membuat seseorang menjaga erat rahasianya adalah rasa takut. Banyak kali, orang yang menjaga informasi dari pasangan hidupnya melakukan hal tersebut karena mereka berpikir akan dihakimi atau dipandang hina. Namun, menyimpan rahasia adalah hal yang menyakitkan dan membuat stres, pada akhirnya akan menciptakan jarak, karena Anda membentengi diri. Meskipun menakutkan, jika Anda terbuka dan memerlihatkan luka batin Anda, ia bisa menjadi orang yang paling melindungi Anda. (Sumber: female.kompas)
Share:

Tipe Pernikahan yang Bahagia

Sopan santun ternyata juga diperlukan dalam hubungan pernikahan. Kata kunci inilah yang mampu melanggengkan pernikahan. Betapapun Anda dan pasangan berbeda pendapat dan pandangan, namun jika tetap mengedepankan kesopanan dan kesantunan, rasanya perbedaan dua individu masih bisa dikompromikan.

John Gottman, PhD, profesor bidang psikologi dari University of Washington bersama penulis Nan Silver, menyebutkan sejumlah contoh pernikahan dan bagaimana agar pasangan bisa melewati konflik dalam rumah tangga.

Gottman menjelaskan saat humor tak lagi hadir dalam hubungan berpasangan dan kritik mendominasi, maka yang terjadi adalah komunikasi pasangan menikah menjadi terhambat. Sikap saling menghargai juga mulai menghilang, diikuti perasaan dan pikiran negatif pada diri pasangan.

Setiap pasangan umumnya pernah berada dalam situasi konflik yang terpicu dari pertengkaran kecil seharian. Namun bagaimana mengatasi konflik dan menjaga keutuhan hubungan, akan menentukan sesehat apa sebuah pernikahan. Seperti yang terjadi pada pasangan dengan berbagai karakter dan perbedaan usia berikut ini:

1. Suami-istri berusia 30 tahun, berasal dari keluarga minim komunikasi
Dengan latar belakang keluarga yang sama, pasangan ini membangun komunikasi lebih baik dan menjadikannya prioritas dalam hubungan. Pasangan ini tentu saja pernah mengalami pertengkaran, namun sebelum amarah meningkat, keduanya lebih memfokuskan masalah dengan masing-masing perbedaan yang memunculkan konflik. Artinya, untuk menghindari adu mulut, justru pasangan ini menghadapi perbedaan dengan membuat semacam konferensi untuk menjelaskan masing-masing perspektif dalam melihat suatu masalah. Akhirnya, pasangan tipe ini menghasilkan kompromi dan hubungan tetap terjaga harmonis.

2. Suami 40 tahun dan istri 25 tahun, sering bertengkar
Suami-istri ini mengaku frekuensi pertengkaran mereka lebih sering daripada rata-rata pasangan menikah. Kecenderungannya, pasangan ini seringkali saling menginterupsi, membela diri, dan tidak mendengarkan pendapat pasangan. Betapapun kisruhnya suasana namun akhirnya pasangan ini mampu mengambil suara yang sama. Caranya, mereka lebih sering bersama untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan. Artinya frekuensi pertengkaran masih lebih kecil dibandingkan suasana menyenangkan yang dibangun pasangan ini. Tipe pasangan menikah seperti ini toh tetap mampu menjaga hubungan tetap sehat.

3. Suami 29 tahun dan istri 27 tahun, memiliki waktu untuk diri sendiri
Pasangan ini menghargai waktu privat untuk diri sendiri. Meskipun sejak awal saling mengenal, keduanya merasa memiliki kegemaran dan banyak hal lain yang sama. Pasangan ini bisa dikatakan sangat kompak dalam segala hal. Namun, mereka pun menikmati dan menghargai privasi dan memberikan keleluasaan kepada pasangan untuk menikmati waktunya sendiri, tanpa perlu selamanya berduaan. Alhasil, keduanya merasa jarang bertengkar. Jikapun mengalami pertengkaran, keduanya memutuskan untuk menenangkan diri dengan melakukan aktivitas masing-masing, seperti joging sendiri. Cara ini diakui keduanya lebih mampu meredakan masalah daripada adu mulut saat tensi mulai meninggi.

Menurut Gottman, tipe pasangan pertama menekankan komunikasi dan kompromi dalam pernikahannya. Hubungan pernikahan seperti ini paling ideal dibandingkan kedua tipe lainnya, meskipun semua tipe tadi tetap berhasil mempertahankan hubungan pernikahan yang sehat. Idealitas dalam hubungan pernikahan terbangun dengan kemampuan mengontrol diri. Artinya, meski pasangan terlibat dalam pembicaraan serius, keduanya tetap mampu mengontrol diri.

Bersikap tenang, saling mendengar dan memahami emosi pasangan, menjadi kunci sukses hubungan pernikahan yang sehat. Cara ini bisa mengurangi perdebatan dan pertengkaran antara suami-istri. (sumber: female.kompas)
Share:

Agar "Jurus" Si Dia di Ranjang Tak Lagi Membosankan

Ada sedikit perbedaan antara pria dan perempuan dalam hal aktivitas bercinta. Perempuan butuh pemanasan untuk memulai kegiatan "adu jurus" di ranjang. Namun, pria tak selalu butuh. Pria lebih mudah untuk bersiap menuju "gol" dari adegan bercinta, sementara perempuan cenderung butuh stimulasi yang umumnya ingin bervariasi.

Tentu akan membosankan bila kegiatan bercinta dimulai dengan langkah yang sama, seperti 1-2-3 atau a-b-c. Akan lebih menyenangkan bila aktivitas seksual diwarnai dengan keseruan atau pengalaman yang berbeda yang bisa dinikmati oleh kedua pihak. Jika si dia memiliki jurus sama, maka Anda tentu akan merasa bosan. Lalu, bagaimana caranya mengajak si dia mengubah langkah-langkah membuka sesi bercinta supaya lebih seru tanpa menyakiti perasaannya?

Dr Pam Spurr, pengarang Make Love All Night & Talk to Him in the Morning and Naughty Tricks, mengatakan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan menanyakan kepada diri sendiri apa alasan kekonservatifan dan sifat pemalunya di ranjang? Apakah karena ia merasa kurang percaya diri dalam urusan bercinta? Atau kekurangan pengalaman atau pengetahuan seputar hal seksual sebelum bertemu Anda? Ataukah masalah yang lebih kompleks, seperti ia pernah mengalami masalah seksual dengan orang lain hingga ia sulit mengeluarkan sisi sensualitasnya? Memahami alasan seseorang pemalu dan konservatif di ranjang sangat membantu untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

Selanjutnya, jangan pelit untuk memberikan pujian atas "jurus-jurus" si dia yang membuat Anda bergairah, baik itu hal yang sudah lama ia lakukan, modifikasinya, maupun hal terbaru. Semakin sering dipuji, semakin ia merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Katakan dengan bahasa yang halus bahwa Anda suka sentuhannya di tempat yang tak biasa pada Anda.

Cara lainnya atau lanjutannya, Anda bisa berinvestasi dengan membeli buku panduan seks, bisa dibaca bersama si dia atau tandai bagian-bagian yang ingin Anda lakukan bersamanya. Jika ia bukan tipe yang menyukai pembicaraan seputar masalah seksual, maka Anda bisa tinggalkan majalah atau buku panduan yang diberi tanda tersebut di tempat yang bisa ia lihat, tetapi tidak terjangkau anak-anak.

Bagaimana dengan Anda? Punya tips lain untuk mengajak si dia mengubah gaya kakunya dalam ber-"adu jurus" di ranjang? (sumber: female.kompas)
Share:

Mengapa Pria Sering Menyangkal Masturbasi?

Hampir semua pria melakukan masturbasi, tetapi mengapa masih banyak di antara mereka yang menyangkalnya?

Kebanyakan pria bahkan menyembunyikan aktivitas ini dari istri mereka sendiri, tak lain karena sifat dari masturbasi itu sendiri yang masih dianggap tabu. Namun, sebagai pasangannya, Anda perlu mengetahui apakah suami juga melakukan masturbasi. Dengan mengetahui kebiasaan ini, Anda bisa mencari tahu apakah ada masalah yang tidak terungkap. Dengan menerima kenyataan bahwa suami bermasturbasi, artinya juga menerima dia apa adanya.

Jika dilakukan pria lajang
Sampai sekarang, masturbasi yang dilakukan pria kerap kali dikonotasikan sebagai perilaku yang tidak sehat, tidak dewasa, mesum, dan yang paling parah, menunjukkan keputusasaan. Coba lihat adegan Jason Biggs yang bermasturbasi dengan kue pai di American Pie (1999), Michael Pitt di The Dreamers (2003), atau Ben Stiller di There's Something About Mary (1998).

Karena itu, masih banyak pria yang enggan membicarakannya. Saat masih sekolah atau kuliah, misalnya, pria biasanya tak akan mengakui telah terbiasa ber-"swalayan". Bila rahasianya sampai bocor, seumur-umur ia akan menjadi bahan olokan teman-temannya. Tak jarang pelakunya akan mendapatkan julukan khusus yang akan menetap selamanya. Remaja yang ketahuan sudah berhubungan seks akan dinilai berdosa, tetapi melakukan masturbasi akan dianggap lebih memalukan. Jadi, sebelum perilaku ini tak lagi dianggap tabu, pria akan menyangkalnya.

Jika dilakukan pria menikah
Menurut Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd., Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dalam kolom konsultasi seks di Kompas Health, ada empat kemungkinan mengapa pria menikah masih masturbasi. Pertama, pasangannya sedang tidak ada di tempat. Kedua, hubungan seksual tidak memberikan kepuasan. Ketiga, hanya untuk variasi. Keempat, terikat pada masturbasi akibat pengalaman sebelumnya.

Ada pula kondisi lain yang "mendesak". Anda mungkin sedang ada di rumah, tetapi dia tidak ingin berlama-lama membangunkan hasrat Anda lebih dulu. Ia ingin melakukannya dengan cepat dan mudah.

Apa pun penyebabnya, masturbasi bukan petunjuk seseorang mengalami kelainan seksual. Lalu, mengapa mereka menyembunyikan aktivitas ini?

Kemungkinan besar, pria ini khawatir pasangannya jadi merasa risih dengannya. Tak sedikit pula perempuan yang memandang perilaku tersebut tak ubahnya seperti selingkuh. Perempuan akan merasa bersalah, atau setidaknya bertanya-tanya, apa yang salah dengan dirinya sehingga pasangannya memilih untuk masturbasi. Jadi, daripada sang istri menolak untuk berhubungan intim karena telah memergokinya masturbasi, pria memilih untuk menutupnya rapat.

Jika Anda bisa menerima kebiasaan pasangan ini, sebenarnya Anda bisa mendukungnya. Berikan bantuan seperti beraksi membuka pakaian Anda satu per satu bak penari striptis, menari dengan gaya erotis di hadapannya, atau turut melakukan masturbasi. Hal ini akan lebih membangkitkan imajinasinya sehingga bisa mencapai orgasme lebih cepat. (sumber: female.kompas)
Share:

Yang Bikin Perempuan Malas Memulai Seks

Siapa yang lebih inisiatif dalam memulai sesi bercinta? Anda atau suami? Jika jawabannya si suami, hm, berarti Anda harus memahami, bahwa memulai inisiatif seks amat penting bagi kelangsungan kehidupan seksual Anda dan dia. Tak hanya seks penting untuk hubungan Anda dan dia, tetapi juga bagi kesehatan dan kepercayaan diri.

Coba tanyakan kepada diri Anda, apa alasan Anda jarang memulai inisiasi seks dengan suami? Jika Anda masih tak terlalu mengerti apa alasannya, ada baiknya Anda menera ulang diri Anda untuk mencari identitas seksual diri Anda.

Pada dasarnya, perempuan memang mahluk kompleks. Kita seringkali kesulitan untuk memfokuskan diri untuk menghubungkan bagian-bagian tertentu dalam diri kita. Ini adalah alasan mengapa mental perempuan perlu dipenuhi oleh pasangannya sebelum melakukan hubungan seks. Sementara pria? Tak perlu tuh merasa menyelesaikan kefrustasiannya untuk bisa melakukan hubungan seks.

Perempuan masa kini pun memiliki peran yang sangat banyak, mulai dari mengasuh bayi, menjadi profesional di kantor, mengkontrol rumah tangga, penjaga rumah, pengantar anak, koki, dan sebagainya. Tak heran banyak perempuan menaruh kehidupan seksualnya di bagian terakhir dalam urutan hidupnya dan menyerahkannya pada si suami.

Apalagi yang membuat perempuan sulit menginisiasi seks?
1. Kelelahan
Adalah keluhan terumum dari para perempuan yang sulit memulai seks. Perempuan seringkali merasa terlalu lelah dan terlalu banyak bekerja, sehingga tak sempat memikirkan seks. Solusi: Jika Anda terlalu sibuk bekerja, maka tanyakan pada diri Anda di mana dan kapan Anda bisa beristirahat, mendelegasikan tugas kepada orang lain, dan melepaskan tanggung jawab yang bukan prioritas, sehingga Anda bisa mengerjakan hal lainnya tanpa bantuan. Anda bisa mulai menyisihkan uang untuk meng-hire jasa pembantu rumah tangga. Apa pun itu yang bisa membuat Anda punya waktu luang untuk diri Anda dan suami.


2. Menganggap diri tak menarik
Ada banyak wanita yang merendahkan dirinya sendiri, dan membandingkan tubuhnya yang sekarang dengan bentuk tubuhnya saat ia menikah dulu. Karena seringkali membandingkan bentuk tubuh, tak hanya dengan tubuhnya dulu, tetapi juga dengan wanita lain yang ada di iklan, imej diri sendiri pun negatif. Alhasil, Anda pun tak merasa diingini oleh pasangan. Solusi: Penting untuk diingat bahwa memuaskan pasangan tidak memiliki hubungan langsung dengan apa yang Anda rasa terhadap tubuh. Kemungkinan terbesar, pasangan Anda sudah terlalu "sibuk" memikirkan waktu seksi bersama Anda. Jadi, pastikan Anda tidak memproyeksikan ketidakpercayaan diri Anda kepadanya.

Lebih jauhnya, jika Anda tahu bahwa tubuh aduhai akan memengaruhi pikiran, kepercayaan diri, serta waktu intim dengannya, maka prioritaskan hal itu. Berkonsultasilah dengan nutrisionis, mulai rutinitas berolahraga, pikirkan asupan Anda, dan lainnya. Jika mengambil alih cara merawat tubuh akan meningkatkan kepercayaan diri Anda di kamar tidur, maka ini saatnya untuk mengambil alih dan menyalakan hidup seksual Anda.

3. Tak punya cukup waktu
Ketika seorang anak datang ke kehidupan sebuah pasangan, waktu pribadi antara suami dan istri cenderung terbengkalai. Kurangnya waktu bersama sama dengan kurangnya waktu untuk untuk merasa terkoneksi baik secara mental maupun fisik. Sehingga pada akhirnya, hubungan seksual akan menurun. Solusi: Ambil alih tanggung jawab dalam hubungan Anda, dan jadwalkan waktu untuk bersama suami berduaan saja. Jika ini bisa dilakukan, rencanakan seluruh akhir minggu Anda. Untuk menciptakan spontanitas, kreativitas, dan kenyamanan melakukan hubungan seks dalam hubungan, Anda perlu keluar dari rutinitas sebagai pasangan dan bersenang-senang dengan pasangan.

4. Kekesalan terhadap pasangan
Apakah Anda memiliki rasa kesal terhadap suatu hal yang dilakukan suami? Mungkin ia pernah atau sering mengkritisi Anda, atau seringkali ia merasa raja di rumah dan tak mau bantu-bantu. Jika ya, maka Anda perlu melakukan sesuatu untuk hubungan Anda. Solusi: Pahami apa yang menjadi kekesalan Anda padanya. Ambil waktu untuk berpikir tenang, lalu utarakan dengan baik-baik. Ia tak bisa membaca pikiran Anda. Orang yang bertanggungjawab atas perasaan Anda adalah Anda sendiri. Lakukanlah tanpa membuatnya merasa terpojok atau tersakiti. Bagi segala halangan dan tantangan yang Anda rasakan dalam hubungan dan katakan alasannya. Jika pasangan Anda bisa mendengar dan bisa memenuhi kebutuhan Anda, maka Anda bisa menumbuhkan kembali kehidupan seksual Anda.

5. Takut merasa rentan di mata pasangan
Bagi manusia, hubungan seks adalah hal yang sangat primitif. Tindakan seksual memang akan menempatkan satu sama lain di posisi yang rentan. Karena kita membawa diri kita ke hadapan satu sama lain. Ada hal-hal yang dikhawatirkan oleh masing-masing. Seperti, "Apakah ia akan menertawakanku? Apakah saya cukup baik untuknya? Apakah saya cukup cantik? Apakah ia akan menolakku?" Tak heran jika pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat seorang perempuan terhalang untuk menginisiasi seks. Solusi: Ambil waktu untuk mengerti apa yang Anda rasa. Kenali apa yang membuat Anda tidak percaya diri, apakah itu hal di masa lalu? Belajar mengenali dan mempercayai diri sendiri, serta pasangan akan membantu Anda melewati tantangan terbesar. (sumber: kompas)
Share:

10 Penyebab Wanita Malas Bercinta

Suami sering mengajak bercinta, tetapi Anda malas menanggapi? Hmm... perhatikan dulu apakah ada hal-hal di bawah ini yang mungkin bisa menjadi penyebab Anda malas bercinta.

1. Pil KB
Sejumlah perempuan menyadari gairah seksualnya menurun saat mengonsumsi pil KB (bahkan alat KB lainnya, seperti cincin KB). Begitu pula dengan mereka yang mengonsumsi obat antidepresan.

2. Menyusui
Hormon prolaktin yang dikeluarkan saat ibu sedang menyusui bayinya menurunkan minat seksual. Tidak heran jika Anda memilih menjauh dari pasangan saat masa menyusui bayi.

3. Kurang tidur
Sebagian besar perempuan merasa tidur cukup lebih penting ketimbang melakukan hubungan seks. Anda juga berpikir demikian?

4. Stres
Mungkin karena masalah-masalah pekerjaan, atasan atau rekan kerja yang menyebalkan, masalah keuangan, keluarga, dan isu penting lain membuat tekanan hidup meningkat. Sayang, tak semua perempuan beranggapan seks adalah solusi efektif untuk mengatasi masalah dan memilih menjauh sementara dari pasangan dan seks.

5. Bertengkar
Saat bertengkar dengan pasangan, umumnya perempuan menolak hubungan seks sebelum masalah terselesaikan. Ssst, jika lelaki saja bisa malas bercinta saat ngambek, apalagi perempuan.

6. Hormon rendah
Hormon testosteron memang bertanggung jawab terhadap urusan munculnya gairah bercinta, baik pada laki-laki, maupun perempuan. Nah, jika hormon di tubuh kita ini menurun, libido pun pasti ikut lenyap.

7. Level keintiman
Ketidakmampuan menangani level keintiman (fantasi dan teknik yang terlalu tinggi) dengan pasangan saat bercinta menjadi alasan yang paling sering muncul pada perempuan sehingga malas bercinta.

8. Hormon SHBG tinggi
Seperti juga pada lelaki, kadar sex hormone binding globulin (SHBG) yang tinggi pada perempuan juga bisa menyebabkan penurunan gairah seksual.

9. Tidak percaya diri
Perempuan yang menilai dirinya sendiri tidak menarik bagi pasangan umumnya akan menanamkan anggapan itu dalam pikirannya. Alhasil, muncullah body image negatif yang merugikan dirinya sendiri.

Beberapa masalah di atas memang dapat diselesaikan dengan membaca buku tentang seks, menenangkan jiwa, dan komunikasi terbuka dengan pasangan. Namun, sebagian lain sebaiknya meminta bantuan pakar seksologi atau seks terapis.(sumber: kompas)
Share:

Temukan Kami di Facebook

Dapatkan Tips-Tips Cinta Terbaru Hanya di TIPS PERCINTAAN !! Jangan Lupa Klik Tombol LIKE nya Yaa..

Daftar Artikel Tips Cinta

Statistik Pengunjung